ππΌπππΌ π½π½π π½πππππππππ ππΌππ πΏπ πππΏππππππΌ ππΌπΏπΌ πΌππππ 2026 ππ₯ 16.000βοΈ
Harga BBM Pertamax Berpotensi Naik hingga Rp16. 000 pada April, Kalangan analis dan ekonom memprediksi harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi bakal mengalami kenaikan harga pada 1 April 2026, tepat ketika momen penyesuaian harga bahan bakar bulanan diumumkan.
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong memprediksi Pertamax atau BBM RON 92 bakal naik menjadi Rp13.500/liter hingga Rp14.500/liter dari harga Maret 2026 sebesar Rp12.390/liter.
Lebih jauh, Lukman memprediksi harga BBM bersubsidi atau Pertalite bisa saja melonjak ke level Rp10.500/liter hingga Rp11.000/liter, jika pemerintah memutuskan tidak menahan harga BBM bersubsidi tersebut.
Adapun, harga minyak mentah acuan Brent pada hari ini tercatat sebesar US$115,25/barel. Sementara itu, berdasarkan tahun kalender atau year to date, rata-rata harga Brent tercatat sebesar US$76,97/barel.
Grafik harga minyak. (Sumber: Bloomberg)
Rata-rata harga Brent tersebut tercatat berada jauh di atas asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang ditetapkan dalam Anggaran Pembiayaan dan Belanja Negara (APBN) 2026 di level US$70/barel.
βPemerintah akan mengasumsi yang terburuk, secara bukan hanya harga yang tinggi, tetapi pasokan juga sangat ketat yang masih bisa bertahan lama. Alternatif pemerintah bisa menaikkan harga lebih sedikit, tetapi menggunakan kuota pemakaian per kendaraan,β kata Lukman ketika dihubungi, Senin (30/3/2026).
Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memprediksi harga BBM non-subsidi bakal naik Rp1.500βRp2.000 per liter, khususnya untuk Pertamax dan Pertamina Dex.
Dengan begitu, Bhima memprediksi harga Pertamax bakal naik menjadi Rp13.800βRp14.300/liter pada April 2026. Pertamina Dex diprediksi bakal naik menjadi Rp16.000βRp16.500 per liter.
Bhima memandang kenaikan harga tersebut terjadi karena di sisi lain pemerintah harus menanggung lonjakan kompensasi energi yang dibayarkan ke Pertamina gegara menahan harga Pertalite.
βIni bukan penyesuaian yang pertama, dengan harga minyak persisten di US$90βUS$115 per barel. Ke depan, paling berisiko harga BBM subsidi yang giliran disesuaikan. Transmisi [efek sampingnya] dari BBM ke mana-mana termasuk ke inflasi pangan, bisa tembus 6%β7% pada April,β kata Bhima.
Realokasi Belanja
Lebih jauh, Bhima memandang jika belanja negara tidak direalokasikan, anggaran berisiko tidak dapat menanggung harga keekonomian BBM bersubsidi.
Jika hal itu terjadi, dia memprediksi Pertamina yang bakal menanggungnya dan bakal membebani keuangan perusahaan pelat merah tersebut.
βSementara Indonesia belum punya mitigasi krisis energi dibanding negara lainnya. Ini disebut quite before the storm [tenang sebelum badai], terlalu santai dan anggap enteng,β tutur Bhima.
Sebagai informasi, penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala setiap tanggal 1, mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
Pada Maret 2026, untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta harga Pertamax tercatat naik Rp200/liter menjadi Rp12.300/liter dari harga Februari 2026 sebesar Rp12.100/liter.
Kemudian, Pertamax Turbo kini dibanderol Rp13.100/liter atau naik Rp400/liter dari harga Februari 2026 Rp12.700.
Jenis BBM lain, Pertamax Green 95 naik Rp450 menjadi Rp12.900/liter dari harga bulan Februari sebesar Rp12.450/liter.
Sementara itu, Dexlite kini dibanderol sebesar Rp14.200/liter naik Rp950 dari harga bulan sebelumnya sebesar Rp13.250/liter.
Harga Pertamina Dex juga mengalami kenaikan dari harga pada bulan sebelumnya sebesar Rp13.500/liter menjadi Rp14.500/liter atau naik Rp1.000.
Adapun BBM bersubsidi Pertalite (RON 90) tak mengalami kenaikan harga atau tetap ditahan pemerintah senilai Rp10.000/liter.
Harga minyak mentah dunia kembali merangkak naik setelah kelompok Houthi di Yaman, yang didukung Iran, resmi terlibat dalam perang Timur Tengah.
Situasi ini diperparah dengan tibanya lebih banyak pasukan Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut, yang memicu kekhawatiran akan eskalasi besar serta guncangan lanjutan di pasar energi.
Kenaikan harga minyak pekan ini terjadi setelah Houthi menembakkan rudal dan drone ke arah Israel akhir pekan lalu, seraya menegaskan bahwa mereka akan terus melancarkan operasi hingga serangan terhadap Iran dan kelompok proksinya dihentikan.
Harga Brent telah melonjak lebih dari 50% sepanjang Maret seiring perang antara AS, Israel, dan Iran yang mengacak-acak pasar global.
Konflik ini telah memasuki minggu kelima dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda, meskipun ada upaya diplomatik dari Washington serta pembicaraan damai di Pakistan akhir pekan lalu.
Source: bloomberg technoz




